Asam Urat

Menjelaskan tentang penyakit asam urat secara detail yang belum anda ketahui  berserta fase-fase yang ada dalam penyakit asam urat.

Selamat datang di salah satu website resmi milik Alfian Herbal yang merupakan distibutor resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang tersebar dan terpercaya di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami pihak Alfian herbal akan berbagin informasi penting seputar kesehatan yanga akan meliputi penyakit asam urat. Tahukan anda apa penyakit asam urat ?

Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Meski semua sendi di tubuh bisa terkena asam urat, namun yang paling sering terserang adalah sendi jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Laki-laki lebih rawan terkena penyakit asam urat dibandingkan dengan perempuan, terutama saat usia mereka di atas 30 tahun. Pada perempuan, penyakit ini biasanya berisiko timbul setelah menopause.

Orang yang terkena serangan penyakit asam urat biasanya akan merasakan perkembangan gejala yang cepat dalam beberapa jam pertama. Rasa sakit bisa berlangsung selama 3-10 hari. Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa

Asam urat dapat menimbulkan reumatik/encok, sakit sendi, lutut, pinggang, punggung, pinggul, bahu, pundak, saluran dan kandung kemih, mengganggu prostat, darah tinggi, menimbulkan batu ginjal, dapat memicu jantung koroner dan diabetes melitus. Ukuran asam urat yang normal adalah :

  • Laki-laki : 3.4- 7.0 mg/dl
  • Perempuan : 2.4-5.7 mg/dl

Penyakit asam urat dapat dirasakan pada usia 20 tahun atau 40 tahun. Kadar asam normal pada wanita tidak lebih dari 6 mg/dl, namun asam urat setiap orang berebda-beda. Tergantung dari riwayat kesehatan, faktor genetik, asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Asam Urat

Penyakit asam urat sangat erat kaitan dengan ditandai meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Penyakit asam urat ini lebih banyka dialami oleh kaum pria di banding wanita, karena dalam hal ini wanita memilik kandungan hormon estrogen yang sangat tinggi yang berfungsi sebagai salah satu hormon yang membantu pembuangan kadar asam urat yang lampau tinggi melalui pembuangan air seni. tetapi hal tersebut tidak menjamin bahwa jumlah wanita yang terkena asam urat lebih kecil dibanding pria. Wanita yang ketika memasuki masa menopause akan menurun kada hormon estrogennya, tidak menutup kemungkinan jika hormon estrogen menurun maka wanita juga dapat terkena penyakit asam urat.

Di Indonesia, orang sering salah kaprah menyamakan penyakit asam urat (gout/pirai) dengan rematik. Padahal rematik adalah istilah umum yang dipakai untuk menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan. Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain. Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Inilah Secara Medis Bagaimana Proses Terjadinya Asam Urat

Bila kadar asam urat dalam darah menanjak tinggi maka akan menimbulkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh darah kapiler, lalu kristal-kristal tersebut akan saling bergesekan dan melakukan penggerakan pada setiap sel persendian. Tidak hanya itu bila terjadi pengendapan kristal pada pembuluh darah saat beraktivitas, bagian kristal yang berbentuk tajam, akan menusuk-nusuk dinding pembuluh darah sehingga timbul rasa nyeri, sakit atau ngilu pada bagian yang mudah terserang.

Jaringan tulang rawan, tendon dan selaputnya serta diginjal. Pada kondisi yang telah akih, penumpukan kristal akan mengendap sehingga terjadilah batu karang (tofus) yang beresiko menjadi radang bila terpicu oleh benturan, udara dingin serta stress. Selain itu juga mengakibatkan hilangnya fungsi lubricant/pelumas pada cairan getah bening yang akhirnya persendian menjadi sulit digerakan.

Namun menurut referensi kesehatan, kadar normal untuk pria dewasa adalah tidak lebih dari 6,8 mg/dl sementara untuk wanita tidak lebih dari 6 mg/dl. Pria dewasa dikatakan sebagai penderita apabila kadar asam urat nilainya diatas 7 mg/dl, sementara untuk wanita adalah 6 mg/dl.

Berikut ini adalah fase dalam penyakit asam urat:

  • Fase Asimtomatik

Fase asimtomatik merupakan fase awal. Bila dirasakan kadar asam urat meningkat namun tidak menimbulkan gejala yang signifikan, hanya merasakan encok pada pinggang yang menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit pada bagian punggung.

  • Fase Akut

Fase akut ini, biasanya asam urat naik secara tiba-tiba dan dirasakan pada waktu malam hari atau menjelang pagi. Biasanya penderita asam urat fase akut ini akan merasakan rasa nyeri yang begitu hebat pada bagian ibu jari, namun akan hilang secara perlahan dan sendirinya dalam waktu 2 minggu.

  • Fase Interkritikal

Bila penyakit asam urat diketahui sejak dini melalui pemeriksaan ketika awal perta adanya gejala asam urat. Seseorang dapat mencegah dan mengobatinya sejak dini sehingga penderita asam urat dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas apapun tanpa rasa sakit sama sekali.

Jika kadar asam urat darah meningkat, akan memicu penyakit lain yang cukup beresiko, diantaranya:

  • Arthritis gout, peradangan pada persendian, terutama sendi perifer atau tunggal.
  • Batu ginjal.
  • Kerusakan ginjal akut, sehingga mengharuskan penderita untuk melakukan cuci darah.
  • Tekanan darah tinggi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan untuk anda tentang penyakit asam urat, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca dan menambah wawasan anda. Salam Sehat. Terima kasih sudah berkunjung di situs resmi kami.

Asam Urat